Clara

Such a lonely day

And it’s mine

The most loneliest day of my life

Tidak pernah sedikitpun aku membayangkan akan kembali menjalani kesendirian, terutama setelah kamu hadir di hidupku. Kehadiranmu mengubah begitu banyak hal dalam hidupku. Aku tidak siap dengan kesendirian ini. Kesendirian yang terasa amat sangat menyiksa. Ingin aku mempercepat jalannya waktu agar aku tidak perlu melewati hari – hari tanpamu.

Well hey so much I need to say

Been lonely since the day

The day you went away

Terlalu cepat semuanya berakhir. Terlalu cepat kamu pergi meninggalkanku. Ada begitu banyak yang belum aku sampaikan kepadamu. Masih tersisa ratusan janji yang belum aku penuhi kepadamu. Masih ada ribuan impian yang harusnya kita wujudkan bersama.

Aku berhutang jutaan kalimat ‘I love you too’ kepadamu untuk membalas ucapan ‘I love you’ yang kamu ucapkan hampir setiap saat kepadaku. Aku teringat satu percakapan kecil kita.

“Kenapa kamu tidak pernah membalas saat aku mengucapkan ‘I love you’?”

“Aku membalasnya.”

“Jarang.”

“Menurutku kalimat yang terlalu sering diucapkan tanpa ditunjukkan dengan perbuatan akan kehilangan maknanya. Makanya aku hanya sesekali membalas ucapan cintamu, sisanya aku tunjukkan dengan semua perlakuanku kepadamu.”

Aku tau dari sorot matamu saat itu, kamu ingin agar aku selalu membalas ucapan ‘I love you’ darimu. Namun, aku tetap kokoh dengan pendapatku untuk sesekali saja membalasnya.

When you’re gone

The words I need to hear to always get me through the day and make it ok

I miss you

Sekarang setelah kamu tidak lagi di sisiku, aku merindukan ucapan ‘I love you’ darimu. Aku merindukan caramu mengucapkannya. Aku pernah bilang kan caramu mengucapkan ‘I love you’ persis seperti cara Jamie mengucapkannya kepada Landon di film A Walk To Remember. Jika aku bisa membawamu kembali berada di sampingku, aku berjanji akan membalas setiap kali kamu mengucapkan ‘I love you’ kepadaku. Namun, aku tau aku tidak akan bisa membawamu kembali di sisiku. Tidak dalam kehidupan ini.

Talking to the moon

Tryin’ to get to you

In hopes you’re on the other side

Talking to me too

Waktu terus berjalan tanpa peduli dengan kepedihanku yang kehilanganmu. Tidak peduli bagaimanapun caraku memohon waktu tidak akan membantuku untuk memperbaiki semuanya. Hanya kepada angin aku meminta untuk menyampaikan kerinduanku kepadamu. Berharap di manapun kamu berada, kamu akan mendengar bisikan dari angin yang membawa pesanku itu.

How do I live without the ones I love?

Time still turns the pages of the book its burned

Place and time always on my mind

I have so much to say but you’re so far away

Aku merindukanmu, Clara. Kamu tau bagaimana menyakitkannya merindukan seseorang yang kamu tau tidak akan mungkin kembali berada di sisimu. Kamu pergi terlalu jauh, Clara. Bahkan angin yang membawa pesan kerinduanku pun sulit untuk menemukanmu. Aku membutuhkanmu, Clara. Bersamamu aku tidak takut terluka saat mencintai. Bersamamu aku bisa merasakan apa yang namanya dicintai. Bersamamu aku mampu untuk menghadapi apapun.

I will never let you fall

I’ll stand up with you forever

I’ll be there for you through it all

Even if saving you sends me to heaven

Seandainya saja aku bisa memutar waktu, biar aku yang menanggung penyakit itu. Biar aku yang pergi, agar tidak ada satu hari pun yang aku lalui tanpamu.

“Bagaimana jika umurku tersisa 100 hari lagi?” kamu bertanya di sela-sela terapi.

“Maka umurku akan tersisa 101 hari lagi. Agar tidak ada satu haripun yang kamu lewatkan tanpa aku di sampingmu.”

“Kalau begitu harusnya umurmu tersisa tepat 100 hari juga. Satu hari itu akan kamu manfaatkan untuk menemukan penggantiku, iya?” kamu menatapku galak.

Aku tertawa. “Jika umurku tersisa 100 hari juga, siapa yang akan menyelenggarakan jenazahmu? Siapa yang akan memastikan kamu selamat sampai di tempat tujuanmu yang baru? Di satu hari yang berlebih itu, aku akan sangat sangat tidak berdaya dengan kesendirianku hingga akhirnya sakit dan menyusulmu.”

Whenever I’m alone with you

You make me feel like I am home again

Whenever I’m alone with you

You make me feel like I am whole again

Clara , kamu adalah rumah tempatku kembali. Tempat di mana aku selalu diterima dengan baik saat yang lain acuhkanku. Sekarang kepada siapa akan kubagi sukaku? Kepada siapa akan kuceritakan dukaku? Aku butuh kamu lebih dari apapun. Tidak adakah jalan untuk membawamu kembali? Tidak adakah cara agar penyakit itu tidak pernah berada di tubuhmu? Agar aku bisa tetap bersamamu.

Fight the fight alone

When the world is full of victims

Dims a fading light

In our souls

Aku tidak sanggup, Clara. Aku ingin menyusulmu. Tapi aku tau pasti kamu akan marah jika aku melakukannya. Jauh hari sebelum kepergianmu pun, kamu sudah memperingatkanku.

“Jangan lakukan hal bodoh jika suatu saat aku pergi meninggalkanmu. Kamu harus tetap menjalani hidupmu sama seperti saat bersamaku. Atau mungkin dengan lebih baik daripada saat bersamaku. Kejar impianmu.”

“Bukankah itu bukan lagi impianku seorang? Ingat , kita berbagi impian yang sama.”

“Jika ragaku tidak menemanimu meraih semua impian itu, hatiku akan menemanimu. Aku titipkan hatiku kepadamu, selamanya.”

Aku hanya diam. Impian itu aku buat dan bagi denganmu. Bagaimana mungkin aku akan meraihnya sendirian.

“Setiap saat kamu meraih impianmu, teriakkan namaku. Aku akan ikut merasakan kebahagiaanmu meskipun tidak bersamamu.”

I’m here without you baby

But you’re still on my lonely mind

I think about you baby

And I dream about you all the time

Setiap malam yang berlalu semenjak kepergianmu, tidak pernah aku tidak memimpikanmu. Kamu selalu hadir di mimpiku. Membuat rindu dan sakit ini semakin berlipat ganda. Hanya bayang dirimu yang bermain di ruang ingatanku yang mencoba mengobati kerinduan ini. Namun, itu tidak cukup. Jika kamu melihatku dalam keadaan ini, aku tau kamu akan memarahiku. Seperti yang biasa kamu lakukan dulu saat aku kehilangan semangat untuk meraih impianku.

I tried to go on like I never knew you

I’m awake but my world is half asleep

I pray for this heart to be unbroken

But without you all I’m to be is incomplete

Kamu pasti kecewa melihatku dari sana. Mungkin kamu juga menyalahkan dirimu karena pergi meninggalkanku untuk terpuruk dalam keadaan ini. Aku tau bukan inginmu untuk meninggalkanku secepat ini. Aku terlalu menggantungkan diri kepadamu tanpa pernah berpikir suatu saat kamu akan meninggalkanku.

Someday I will understand

In God’s whole plan

And what He’s done to me

Mereka bilang perlahan waktu akan membuatku terbiasa tanpamu. Perlahan waktu akan mengajarkanku bagaimana menjalani hidup tanpamu. Aku hanya tersenyum, Clara. Mereka tidak mengerti bagaimana arti kamu di hidupku.

Maafkan aku, Clara. Aku mencoba belajar untuk kehilanganmu. Mungkin perlahan aku akan belajar seperti kata mereka. Aku akan belajar bagaimana menjalani hidup tanpamu. Aku akan mewujudkan semua impian yang kita bagi bersama. Aku akan meneriakkan namamu di setiap kali aku berhasil mewujudkan impian kita seperti yang pernah kamu minta.

I… I will remember you

And all of the things that we’ve gone through

There is so much I can say

The words get in the way

So were not together

I will remember… you

Namun aku tidak akan belajar bagaimana melupakanmu. Kamu akan hidup selamanya di hatiku, Clara. Setiap kenangan tentangmu akan aku simpan di pusat ingatanku. Setiap detailnya akan aku rapikan setiap hari. Agar tidak satupun kenangan tentangmu akan berdebu dan lapuk dimakan waktu.

Here I go, scream my lungs out and try to get to you

You are my only one

I let go, there’s just no one that gets me like you do

You are my only, my only one

“Aku kembalikan hatimu yang dulu aku ambil. Temukan pemiliknya yang baru. Terimakasih telah mengizinkan aku menjaganya.” Kalimat terakhir yang kamu ucapkan kepadaku beberapa jam sebelum kamu pergi untuk selamanya.

Aku tersenyum dan menggeleng. “Simpan bersamamu, bawa ke mana pun kamu pergi.”

Clara istriku, mungkin maksudmu saat itu adalah agar aku mencari penggantimu setelah kepergianmu. Namun bagaimana mungkin aku akan mencari penggantimu jika nantinya aku akan membanding-bandingkannya denganmu. Itu cuma akan menghancurkan hatinya dan juga hatiku. Aku tidak mau itu.

“Hatiku tempatnya adalah bersamamu. Kamu satu-satunya orang yang terbaik untuk memiliki dan menjaga hatiku.”

Aku menaruh seikat bunga yang aku bawa di dekat nisan Clara. Enam bulan berlalu semenjak kepergiannya. Enam bulan yang sangat berat bagiku. Aku telah belajar menjalani hidup tanpanya walaupun belum terbiasa dan mungkin tidak akan pernah benar-benar terbiasa.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.