Genessa Part #2 (Mimpi cont)

Part 1

Harusnya dia tadi tidak usah pergi sekolah saja. RJ membelokkan sepedanya untuk pulang kembali ke rumah ketika Chevy hitam yang baru saja melewatinya, berhenti. Wajah RJ berubah keras.

Jendela mobil itu turun terbuka menampakkan wajah yang dikenalnya. Tobias Fehnrir. Wajah sombongnya menatap RJ malas-malasan, memberikan sapuan pandangan ala juri reality show dari kepala hingga ujung kaki.

“Tidak ada permintaan maaf?” sorak RJ.

“Kenapa aku harus meminta maaf? Salahmu tidak memakai jas hujan yang lebih baik.” Kemudian Tobias menutup jendela mobilnya dan berlalu. Meninggalkan RJ yang memakinya.

“Sialan, kenapa pagi ini aku harus bertemu dengan makhluk aneh satu itu?” RJ masih memaki.

Bagi RJ, Tobias adalah makhluk aneh. Alien. Tobias tidak pernah peduli dengan sekitarnya. Dia tidak segan-segan menunjukkan ketidaksukaannya kepada orang lain. Dengan rambut gondrong, pakaian selalu berwarna hitam, dan muka yang selalu masam, membuat sedikit sekali anak-anak di sekolah yang mau mendekatinya. Dan tampaknya dia tidak terganggu dengan hal itu. Dia menyukai kesendiriannya.

RJ berjalan menuju ke rumah. Masih dengan perasaan dongkol dia menghempaskan sepedanya begitu sampai.

“Kenapa kau kembali secepat ini?” Bibi Ann menyambut kedatangan RJ.

“Aku basah kuyup terkena cipratan air hujan gara-gara orang aneh yang tidak berhati-hati membawa mobil.”

“Orang aneh? Tobias?” Bibi Ann tau RJ sangat membenci pemuda itu dan hanya dia satu-satunya yang disebut RJ sebagai orang aneh.

“Siapa lagi orang aneh selain dia di kota ini?”

“Keringkan dirimu. Aku akan membuatkan coklat panas untukmu.”

RJ tinggal bersama dengan Bibi Ann dan Paman Bill serta sepupunya Eilleen. Orangtuanya wafat saat sebuah badai besar melanda Rye. Umurnya masih satu bulan saat itu. Semenjak itu dia dirawat oleh Bibi Ann dan Paman Bill. Mereka menganggap RJ seperti anak sendiri. Tidak pernah membedakannya dengan Eilleen.

Setelah mengeringkan badan dan meneguk secangkir coklat panas, RJ beranjak ke kamar. Di jendela kamar, dia melihat seekor gagak bertengger di sana. Bukan gagak biasa yang disebut crow, tetapi jenis gagak lain yang dikenal dengan raven. Walaupun berada dalam genus yang sama yaitu Corvus, crow dan raven sama sekali berbeda. Seperti leopard dan harimau yang sama-sama berada di genus Panthera tetapi memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Salah satu yang membedakan crow dengan raven adalah suara raven lebih dalam dan menyayat.

RJ mencoba mengusir burung yang disebut sebagai pertanda buruk itu. Namun, gagak itu bergeming. Gagak itu menatap RJ seolah melihat seseorang yang dikenalnya. Tunggu, gagak bisa melakukan itu? Gagak adalah salah satu binatang yang cerdas. Jangan meremehkan mereka. Mereka bisa mengenal dan mengingat seseorang. Tidak percaya? Coba kau buktikan sendiri.

RJ menghentikan usahanya mengusir gagak itu dan alih-alih malah menatapnya.

“Aneh, sepertinya aku mengenal gagak ini. Tapi bagaimana mungkin? Ada banyak gagak yang datang silih berganti ke kota ini.” Batin RJ.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.