Perfect Day

Menghabiskan sepanjang hari bersamanya tidak pernah cukup untuk mengobati kerinduan. Waktu berjalan begitu cepat saat bersamanya seakan tidak mengizinkanku untuk menumpahkan semua kerinduanku kepadanya.

Seperti hari ini, aku dan dia menikmati hari yang indah di pinggir pantai. Menikmati deburan ombak dan anak-anak kecil yang berlarian saat hempasan ombak mendekati mereka di bibir pantai.

“Aku selalu suka pantai.” Katanya.

“Aku tahu, karena itulah aku membawamu ke sini.”

“Hari yang sempurna. Deburan ombak, pemandangan matahari tenggelam, dan kamu di sisiku.”

Aku memeluknya dan berbisik,

“I love you. You’re the best thing that ‘ve ever happened in my life.”

“Love you too. Promise me you won’t leave me.”

“I promise, Love.” Aku mengecup keningnya.

Dia tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahuku. Kemudian kami terhanyut dalam diam menikmati pemandangan matahari yang perlahan tenggelam, meninggalkan siluet jingga yang indah di langit sore.

“Bolehkah aku bertanya?”

“Sejak kapan aku pernah melarangmu bertanya? Silahkan saja.”

“Apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku? Aku hanya seorang perempuan yang biasa-biasa saja, tidak ada yang menarik dari diriku.”

“Apa cinta memerlukan alasan?”

“Kali ini, aku ingin kamu memberi alasan.”

“Aku tidak pernah tahu apa yang membuatku jatuh cinta kepadamu. Dan aku tidak pernah mencoba untuk mencari tahu.”

“Di luar sana, masih banyak perempuan yang lebih menarik daripada aku.”

“Aku tidak peduli.”

“Kenapa? Kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku. Aku tidak pantas kamu cintai.”

Ini kesekian kalinya dia menanyakan hal yang sama tiap kali kami bertemu dalam dua bulan terakhir. Sejak kali pertama sampai hari ini, aku tidak pernah merubah jawabanku. Aku tetap memberikan jawaban yang sama.

“Jika aku mencari yang lebih baik, aku tidak akan pernah berhenti. Selalu akan ada yang lebih baik.

Dan setiap orang itu pantas dicintai terlepas dari semua kelebihan maupun kekurangannya.”

“Masih dengan jawaban yang sama.”

“Ya. Jawabanku tidak berubah, tidak peduli berapa kalipun kamu menanyakannya.”

“Semenjak kamu hadir, hari-hariku menjadi lebih indah. Thanks for loving me. I’m so lucky for having you, Love.”

“Akulah yang beruntung dicintai olehmu. Menjadi orang yang kamu pilih untuk mengisi hari-harimu.” Aku memeluknya erat.

***

Aku masih berdiri di sini

Hingga ribuan senja berlalu

Namun hadirmu tak kunjung tiba

Masih di pantai yang sama dengan deburan ombak dan pemandangan matahari tenggelam seperti tiga tahun lalu. Namun, tanpa kamu di sisiku. Aku tidak pernah mengira hari itu akan menjadi hari terakhir kebersamaan kita.

Selamat jalan, Nadine. Semoga kamu tenang di sana. ‘Kan ku simpan cinta ini untukmu hingga tiba saatnya untuk kita bersatu kembali.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.