She’s My Best Thing

 “Kenapa saat di sampingku kamu bisa tidur dengan nyenyak?”

“Saat bersama kamu, aku merasa aman dan disayangi.”

“Pernah berpikir untuk pergi?”

“Sering. Aku sering memikirkannya.”

“Kenapa?”

Aku terdiam cukup lama. Ya, aku memang sering berpikir untuk pergi. Tinggalkan dia. Ada banyak alasan yang membuatku ingin pergi. Namun, aku tidak pernah menemukan satu alasan yang benar-benar tepat untuk meninggalkannya. Aku mencintainya dan bagiku itu cukup untuk tetap berada di sampingnya.

“Kamu tau kenapa.”

“Tetapi kenapa kamu tidak pergi?”

“Aku tidak bisa.”

Sebuah percakapan kecil saat dia bersandar di bahuku dan memejamkan matanya. Seperti biasa, dia kemudian akan tertidur pulas. Sedangkan aku, aku akan membelai rambutnya dan sesekali mengecup kepalanya yang bersandar di bahuku hingga akhirnya pun ikut terlelap. Dia memelukku lebih erat. Aku selalu suka saat seperti ini. Seolah tidak akan ada yang bisa memisahkan kami. Setiap detik bersamanya begitu berharga, aku tidak ingin menyia-nyiakannya.

“Kamu tidak akan pernah menemukan orang lain yang bisa mencintai kamu seperti aku mencintai kamu.”

Dia benar, aku tidak akan menemukan orang lain yang bisa mencintaiku seperti dia mencintaiku. She’s my best thing and it’s hard to find the good in someone when you already found the best in someone else.

“Aku tau. Kamu juga tidak akan pernah menemukan orang lain yang bisa mencintaimu seperti aku mencintaimu.”

Dia tersenyum dan memejamkan matanya.

“Promise me, you won’t leave me.”

“I promise.”

***

Aku tersenyum saat mengingat kembali masa-masa itu. Masa di mana kami harus mencuri waktu untuk bertemu dan kemudian menghabiskan sisa hari dengan berpelukan ataupun memperdebatkan hal-hal yang akan membuat kami tertawa pada akhirnya.

Sesempurna itu? Tidak. Ada banyak hal yang menghalangi hubungan kami saat itu. Namun, kami berjanji untuk bertahan dan menghadapinya. Sesekali memang ada air mata di saat kami merasa lelah menghadapinya. Apa kami menyerah? Tidak, itu membuat kami lebih kuat.

Pertengkaran bukan bagian dari hubungan kami. Maksudnya, tidak begitu sering terjadi. Kami tahu bagaimana cara meredamnya. Hubungan kami sudah memiliki banyak halangan, tidak perlu ada pertengkaran yang hanya akan membuat semuanya menjadi lebih buruk.

“Thanks for coming into my life.” Bisiknya.

“Aku yang harusnya berterimakasih. You’re my best thing. Thanks for coming into my life. Thanks for choosing me.”

Aku mengecup keningnya dan kemudian membiarkan dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Seperti hari-hari sebelumnya. Kali ini, kami tidak perlu lagi mencuri waktu untuk bersama.

  1. nissa
    Feb 17, 2012
    I think I can guess who are the characters in this story :))
    Reply
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.