Displaying all posts tagged with cerpen

Edelweis

Kulirik lagi ransel besar yang tersandar di sudut kamar. Persiapan untuk melakukan pendakian besok telah tersimpan dengan baik di dalamnya. Ah, aku sudah tidak sabar lagi untuk kembali mandaki Marapi. Kali ini selain ingin menikmati keindahan pemandangan kotaku dari Puncak Marpati, aku juga punya tujuan khusus kenapa aku ingin mendaki Marapi.

VIEW FULL POST + VIEW 6 COMMENTS

Untitled

Mendung kembali menyelimuti kotaku. Biasanya aku akan menikmati saat seperti ini. Tapi tidak kali ini. Mendung juga menyelimuti hatiku. Hubungan yang baru beberapa saat aku bangun, terancam berakhir. Bukan karena ketidakcocokan kami, tapi karena pihak ketiga. Ibuku.

VIEW FULL POST + VIEW ONE COMMENT

Why Now

Aku masih mematung menatap gundukan tanah merah yang masih basah di depanku. Tidak ku pedulikan saat orang-orang mulai beranjak meninggalkan tempat ini. Di sini, Doni terbaring untuk selamanya. Bahkan saat kedua orangtuanya dan teman-teman kami mengajakku pergi, aku bergeming. Hinga rintik hujan yang berangsur turun memaksaku untuk meninggalkan tempat ini. Meninggalkan Doni sendirian di peristirahatan terakhirnya.

VIEW FULL POST + VIEW 2 COMMENTS

Andai Kamu Tahu

Entah darimana harus ku mulai kata, ketika setiap kata yang ku rangkai selalu berujung kepadamu. Kamu yang selama ini aku kagumi dalam diam. Kamu yang selalu menimbulkan getar berbeda di hatiku saat berada di dekatmu.

VIEW FULL POST + LEAVE A COMMENT
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.