The Journey Part 2 (Ale’s Side)

Percuma. Aku tidak bisa memejamkan mata lagi. Suara gaduh penumpang yang baru naik, menghilangkan rasa kantukku. Atau karena wanita yang duduk di sebelahku yang tiba-tiba menarik perhatianku? Entahlah, yang jelas aku tidak bisa tidur lagi.

Aku hendak menyapa wanita di sebelahku saat kusadari ternyata dia memakai earphone. Sepertinya dia tidak mau diganggu. Aku mengeluarkan novel yang baru setengah jalan kubaca saat bus mulai bergerak meninggalkan Terminal Rawamangun. Sekarang hanya beberapa bangku di bagian belakang yang belum terisi.

Bus melaju dengan kecepatan sedang sementara aku larut dalam bacaanku. Tiba-tiba aku merasakan bahu kananku berat. Aku menoleh. Ternyata wanita yang duduk di sebelahku tertidur dan dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku membiarkannya. Barangkali dia kelelahan. Lagipula cuma bahu ini, apa salahnya meminjamkan bahu untuknya beristirahat. Sedikit istirahat akan membantunya dalam perjalanan panjang ini.

Jam tanganku menunjukkan pukul setengah empat sore. Masih beberapa saat lagi sebelum tiba di Pelabuhan Merak. Hmm, berarti aku akan menikmati sunset dari atas kapal seperti setiap kepulanganku dengan bus.

“Gomenne.”1

Tiba-tiba wanita di sebelahku terbangun dan mengucapkan satu kata dalam Bahasa Jepang. Earphone di telinganya sudah dilepas. Aku mengerti kata itu, karena kebetulan aku pernah belajar Bahasa Jepang selama beberapa tahun.

“Tidak apa-apa.”

“Anata wa nihon go o wakarimasuka?”2

“Watashi wa nihon go o benkyoushimashita.”3

“Maaf aku menggunakan nihon go4 tadi. Kebiasaan.”

It’s okay. Lanjutkan saja tidurmu. Kamu terlihat lelah. Pake saja bahuku lagi untuk bersandar.”

Dia menatapku tajam dengan pandangan penuh selidik. Mungkin bertanya-tanya mengapa aku mau saja meminjamkan bahuku sebagai tempatnya bersandar sementara aku baru mengenalnya.

“Hey, jangan curiga begitu. Aku tidak akan ngapa-ngapain.”

Dia mengalihkan pandangannya dan kembali memasang earphone di telinganya. Mengabaikanku. Bukan tipe orang yang mudah percaya sama orang lain sepertinya. Aku kembali menenggelamkan diri dengan novel di tanganku. Tidak mengajaknya bicara lagi.

 

[1] Maaf.

[2] Kamu mengerti Bahasa Jepang?

[3] Aku pernah belajar Bahasa Jepang.

[4] Bahasa Jepang.

  1. The Journey Part 2 (Hana’s Side) « SquareCube
    Feb 13, 2012
    [...] The Journey Part 2 (Ale’s Side) [...]
    Reply
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.