Sebaik Apa

“Sebaik apa kamu mengenal aku?”

“Untuk orang yang baru mengenal kamu selama 9 bulan ini, aku mengenalmu cukup baik.”

Ya, aku mengenalmu cukup baik. Kamu pun tidak akan meragukan itu, bukan? Dalam 9 bulan, aku bisa mengetahui setiap detail tentang dirimu. Sifat, kebiasaan, hingga hal-hal kecil yang terkadang tidak diperhatikan orang lain tentang kamu, aku tau.

Kamu ingat, beberapa minggu setelah kita kenal aku memanggilmu dengan nama kecilmu yang bahkan kamu tidak pernah memberitahukannya kepadaku. Tentu saja kamu terkejut bagaimana aku bisa tau nama kecilmu. Kamu memiliki beberapa nama kecil yang terkadang aku gunakan untuk menggodamu.

Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan isengku yang menyebutkan hewan yang paling kamu benci. Pertanyaan iseng yang membuatmu melompat kaget karena mengira ada hewan tersebut di dekat kamu. Dan jangan lupakan kebiasaan bersinmu. Sebelum genap 10 kali, kamu tidak akan berhenti bersin.

Aku tau kamu sangat menyukai pantai dan langit  malam yang kemudian juga menulariku setelah perjalanan kita di suatu hari untuk menikmati lagit malam. Hey, kita punya tempat rahasia untuk menikmati langit malam ‘kan?

Itu bulan-bulan awal perkenalan kita. Bulan-bulan selanjutnya aku semakin mengenalmu. Semakin banyak yang aku tau tentang kamu. Baik yang kamu ceritakan sendiri ataupun yang aku ketahui dengan “cara”ku.

Dan semakin banyak yang aku tau tentangmu, semakin kamu akan penasaran bagaimana aku mengetahuinya. Sebut saja aku stalker-mu. Bukan stalker yang mempunyai niat jahat, tetapi stalker yang ingin benar-benar mengenalmu, menjadi bagian hidupmu, dan mengingatkan hal-hal kecil yang kadang kamu lupakan.

“Bagaimana kamu tau? Aku saja sudah lupa pernah posting lagu itu.”

“Itulah guna aku. Mengingatkan kamu akan hal-hal kecil yang kamu lupakan.”

Satu lagi, jangan lupa aku juga stalker yang sukses mencuri hatimu.

“Kalau gunanya aku?”

“Melengkapi aku. Mengutuhkan aku.”

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.